Contoh ” Karya Ilmiah “

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1              Latar Belakang

Dalam UUD 1945 pasal 28 H ayat 1 menyebutkan bahwa “ Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin ,bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan “.Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat luas harus menjaga kebersihan dan kemakmuran lingkungan hidup sehingga kita apat memperoleh kesehatan yang kita harapkan . Tidak ada gunanya mempunyai harta melimpah tapi mempunyai lingkungan yang kotor sehingga membuat masyarakat kurang nyaman dan bahkan menimbulkan berbagai macam penyakit . Akan lebih baik apabila membuat suatu yang bermanfaat bagi masyarakat dengan mengolah sumber daya yang ada di sekitar kita terutama dalam bidang kesehatan  .

Menurut Suproyono campuran detergen dengan abu gosok dengan berbagai variasi ( bermacam-macam dosisnya ) berdasarkan sifat fisik maupun kimianya , kemungkinan dapat menurunkan angka kuman pada proses pencucian alat makan piring,dimana kemampuan masing-masing variasi campuran tersebut berbeda .

Di zaman sekarang ini banyak orang yang kurang memerhatikan masalah kebersihan lingkungan karena kesibukan atau suatu kegiatan yang membuat mereka acuh – takacuh pada lingkungan mereka sendiri.  Padahal lingkungan merupakan suatu tempat berkembangnya individu . Apabila lingkungan itu kotor akan membuat individu yang ada di tempat itu tidak merasa nyaman . Kebersihan lingkungan yang tidak terawatt juga dapat menimbulkan efek yang tidak baik . Salah satunya adalah berbagai macam penyakit yang akan menyebar di lingkungan sehingga banyak masyarakat akan terjangkit berbagai macam penyakit .

Kebersihan lingkungan lebih baik dibiasakan dari lingkungan terkecil yaitu keluarga . Di keluarga kita dapat mulai belajar menjaga kebersihan lingkungan kita . Terutama membersih-bersihkan piring atau alat –alat dapur yang kotor .

Dalam pembersihan alat – alat dapur masyarakat cenderung  Dalam pembersihan alat – alat dapur masyarakat cenderung  menggunakan bahan kimia untuk pembersih . Penggunaan bahan kimia tersebut  dapat membuat lingkungan tidak baik . Selain itu akan menghabiskan biaya yang besar dalam pembelian bahan kimia tersebut .

Dalam permasalaan tersebut sebenarnya banyak alternatif yang dapat ditempuh ,salah satunya membuat bahan alami yang dapat membuat alat-alat dapur seperti piring , sendok,garpu mnjadi bersih . Selain kita dapat memanfaatkan barang alami yang efisien terhadap lingkungan ,kita juga dapat memanfaatkan atau mendaur ulang barang- barang tersebut menjadi lebih berguna . Salah satu bahan alami yang dapat membersihkan alat dapur tersebut adalah abu gosok .

Oleh karena banyaknya manfaat yang dimiliki abu gosok , kami menyusun karya tulis yang berjudul “ Abu Dapur Pembersih Noda “ dengan harapan masyarakat sekarang ini dapat lebih memanfaatkan benda yang ada di sekitar mereka untuk berbagai macam kebutuhan .

 

 

1.2              Rumusan Masalah

 

Dari uraian yang telah diungkapkan di atas . Karya tulis ini mengangkat rumusan masalah . Rumusan masalah yang disajikan adalah sebagai berikut :

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan abu gosok ?

1.2.2 Apa kandungan yang terdapat dalam abu gosok ?

1.2.3 Apa yang dimaksud dengan noda ?

1.2.4 Bagaimana cara membersihkan noda ?

1.2.5 Bagaimana  mengolah abu gosok sehingga dapat membersihkan noda ?

 

1.3              Batasan Masalah

 

Dari rumusan masalah , dapat diambil batasan masalah sebagai berikut :

1.3.1        Pengertian abu gosok

1.3.2        Kandungan yang ada dalam abu gosok

1.3.3        Pengertan noda

1.3.4        Cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan noda

1.3.5        Cara mengolah abu gosok sehingga dapat membersihkan noda

 

 

1.4              Tujuan Penulisan

1.4.1        Tujuan Umum

Secara umum tujuan yang ingin dicapai penulis adalah utuk mewujudkan suatu lingkungan yang sehat . Dan membuat lingkungan yang sehat itu dengan cara yang efisien tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun . Salah satunya mengolah abu gosok sebagai pembersih noda pengganti sabun .

1.4.2        Tujuan Khusus

Secara khusus tujuan yang ingin dicapai penulis adalah untuk menginformasikan :

1.4.2.1              Definisi dari abu gosok

1.4.2.2              Zat-zat yang terkandung dalam abu gosok

1.4.2.3              Definisi dari noda

1.4.2.4              Cara membersihkan noda

1.4.2.5              Cara mengolah abu gosok sehingga dapat digunakan untuk membersihkan noda

1.5              Manfaat

1.5.1        Bagi Pembaca

Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan inovasi baru bagi para pembaca untuk membersihkan noda – noda yang ada . Karya tulis ini juga dapat dijadikan pedoman untuk adik kelas atau semua orang yang sedang mengerjakan karya tulis ilmiah .

1.5.2        Bagi Guru Pengajar

Dengan dikumpulkanya karya tulis ilmiah ini guru pengajar dapat lebih tahu akan perkembangan siswa-siswi tentang perkembangan belajar yang diperoleh dalam 1 tahun ini . Dan juga karya ilmiah ini dapat dijadikan patokan untuk adik-adik kelas nantinya .

1.5.3        Bagi Siswa

Dengan selesainya karya tulis ini siswa – siswi dapat memenuhi kurikulum Bahasa Indonesia KTSP 2006 KD 10.1 Bahasa Indonesia 2011/2012. Dan dapat meningkatkan pemahaman siswa akan karya tulis itu sendiri.

1.6              Definisi Operasional

Dari karya ilmiah yang telah dibuat , dapat diambil arti setiap kata :

Abu merupakan limbah pembakaran atau abu dari tumbuhan biasanya dari ekam padi . Abu gosok banyak digunakan untuk mencuci alat-alat rumah tangga terutama untuk menghilangkan noda hitam pada alat dapur, terutama untuk menghilangkan noda hitam pada bagian bawah panci atau wajan. Hal ini dimungkinkan karena abu gosok mengandung kalium, zat yang terkandung dalam sabun cair.

Dapur adalah tempat memasak atau tempat untuk membakar batu bata , dan digunakan untuk perapian .Dan dapat digunakan utuk melakukan makan .Dapur adalah tempat yang digunakan untuk membuat abu gosok.

Pembersih menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah orang yang membersihkan atau alat untuk membersihkan suatu debu atau kotoran yang ada pada jendela ataupun noda yang ada pada bahan-bahan lain, pembersih juga dapat diartikan sebagai seseorang yang selalu bersih dan selalu menjaga penampilanya agar selalu bersih.

Noda adalah noktah atau sesuatu yang menyebabkan kotor pada alat-alat dapur,rumah tangga atau kain-kain yang dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Noda biasanya bercak hitam , yang dapat dibersihkan dengan sabun . Tapi di sini noda merupakan objek yang akan dibersihkan oleh abu gosok .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

 

2.1     Definisi Daun Kumis Kucing dan Manfaatnya bagi Kesehatan

2.1.1        Definisi Abu Gosok

Abu gosok merupakan limbah pembakaran atau abu dari tumbuhan, biasanya berasal dari sekam padi. Abu gosok banyak digunakan untuk mencuci alat-alat rumah tangga, terutama untuk menghilangkan noda hitam pada bagian bawah panci atau wajan. Hal ini dimungkinkan karena abu gosok mengandung kalium, zat yang terkandung dalam sabun cair.

 

2.1.2        Contoh

Contoh dari abu gosok adalah sebagai berikut :

 

2.1.3        Kandungan

Kandungan yang dimiliki oleh abu gosok sangat banyak . Kandungan – kandunganya adalah sebagai berikut :

  • CaO : 0,49 – 0,71 %
  • MgO : 0,12 – 0,30 %
  • K2O : 1,03 – 1,50 %
  • P2O5 : 0,32 – 0,46 %
  • Na2O : 0,40 – 0,50 %
  • SiO2 : 73,8 – 88,5 %

 

1.2                Definisi Dapur

1.2.1          Definisi Dapur

Dapur secara harafiah berarti suatu tempat, biasanya di dalam rumah di mana seseorang melakukan aktivitas mengolah dan menyediakan bahan makanan atau pangan. Aktivitas ini disebut memasak. Tetapi kata dapur bisa pula merujuk kepada aktivitas ini, atau hasil daripada aktivitas ini. Dengan berkembangnya budaya dan teknologi, bentuk dapur selalu berubah-ubah. Perencanaan dapur modern sekarang mengikuti prinsip segitiga yang menyatakan bahwa 3 fungsi utama dapur adalah penyimpanan (seperti kulkas), persiapan, dan memasak. Prinsip ini menekankan agar antara ketiga fungsi tersebut, tidak saling menghalangi namun juga jarak keduanya tidak terlalu jauh. Beberapa bentuk dapur yang umum adalah

  • Seluruh fungsi di atas ditempatkan pada satu dinding sehingga segitiga itu menjadi garis. Bentuk ini kurang efektif namun hemat tempat.
  • Bentuk lain fungsi di atas, yaitu ditempatkan pada dua dinding yang berlawanan.
  • Bentuk dapur L, dimana alat-alat dapur ditempatkan pada 2 dinding yang berpotongan (di sudut).
  • Bentuk dapur U, yaitu menempati 3 dinding.

Terkadang, dapur memiliki tempat yang berfungsi sebagai tempat makan juga

1.3                Definisi Noda

1.3.1          Definisi Noda

Noda adalah bercak yang ada pada baju atau material – material lain yang disebabkan pengaruh zat zat pengotor .

1.3.2          Proses Pembentukan Noda

Ada dapat noda disengaja (seperti noda kayu atau cat),  menunjukkan noda (seperti pewarna makanan atau menambahkan suatu zat untuk membuat bakteri terlihat di bawah mikroskop),  alam noda (seperti karat pada besi atau sebuah patina pada perunggu), dan noda disengaja (seperti menumpahkan kecap di baju Anda). Sedangkan jenis noda sangat berbeda dalam aplikasi, mereka semua bentuk dalam cara dasar yang sama:

  1. Metode utama dari pembentukan noda permukaan noda, di mana zat pewarnaan yang tumpah keluar ke permukaan atau material dan terjebak dalam serat, pori-pori, lekukan atau struktur kapiler lain dari permukaan itu. Bahan yang terjebak melapisi materi yang mendasari, dan noda mencerminkan kembali cahaya sesuai dengan warna tersendiri. Menerapkan cat, menumpahkan makanan, dan noda kayu alam ini.
  2. Sebuah metode sekunder dari noda melibatkan reaksi kimia atau molekul antara material dan bahan pewarnaan. Banyak jenis noda alam termasuk dalam kategori ini. Akhirnya, ada juga dapat menjadi daya tarik molekular antara material dan bahan pewarnaan, yang melibatkan ditahan dalam ikatan kovalen dan menampilkan warna substansi terikat.
  3. Berbagai jenis material dapat diwarnai dengan zat yang berbeda, dan tahan noda merupakan ciri penting dalam modern teknik tekstil .
  4. 5.      Dalam banyak kasus, noda dapat dipengaruhi oleh panas, dan mungkin menjadi reaktif cukup untuk obligasi dengan bahan yang mendasarinya. Panas yang ekstrim, seperti dari pembersihan menyetrika atau kering, dapat menyebabkan reaksi kimia pada sebaliknya dilepas noda, mengubahnya menjadi suatu senyawa kimia yang tidak mungkin untuk menghapus.

 

1.3.3    Sejarah Pembersihan Noda

Yang pertama dari semua Penghilang noda air biasa. Orang-orang merasa mudah untuk membersihkan lumpur di sungai atau sungai.

Sejarah bahan pembersih berjalan kembali ke budaya Babilonia kuno. Sabun seperti bahan dievakuasi dari sisa-sisa Babilonia kuno. Tahun 4500-5000 tua tetap juga memiliki penjelasan rinci tentang membuat materi tersebut. Namun itu tidak jelas apakah mereka menggunakan bahan campuran lemak dan abu untuk tujuan pembersihan.

Mesir, Roma, budaya Jepang, Yunani dan Cina dari zaman kuno memperhatikan kebersihan dan digunakan bahan yang berbeda untuk tujuan pembersihan.

Cina menggunakan buah sabun kacang pohon (Sapindus Mukorossi) untuk membersihkan pakaian sutra lembut. Kacang ini menghasilkan bahan sabun seperti, yang secara menyeluruh membersihkan sutra dan lembut pada kain.

Sabun pembuatan dimulai di Eropa pada abad ketujuh. Pembuatan sabun di Eropa sebagian besar tradisi keluarga dan orang-orang terus teknik pembuatan sabun rahasia. Mereka menggunakan lemak hewan dan minyak tumbuhan untuk membuat sabun. Mereka juga tahu teknik menambahkan parfum dengan sabun untuk wewangian. Sabun digunakan untuk tujuan mandi dan cuci. Italia, Spanyol dan Perancis adalah pemimpin dalam pembuatan sabun.

Manufaktur skala besar sabun dimulai pada 1791, dengan penemuan dari sebuah proses pembuatan abu soda dari garam biasa oleh seorang ilmuwan Perancis Nicholas Leblanc. Beberapa kemajuan datang ke metode Leblanc sabun. Biaya dan waktu untuk membuat abu soda semakin kecil.

Ilmuwan Jerman mengembangkan sebuah metode untuk membuat bahan pembersih tanpa minyak tumbuhan atau lemak hewan. Ini bahan kimia disintesis disebut deterjen. Ini adalah lebih keras dibandingkan sabun (yang diproduksi dari lemak dan minyak). Hal ini terjadi pada tahun 1916, ketika ketersediaan lemak dan minyak itu langka.

Pemanfaatan enzim untuk pembuatan deterjen merupakan terobosan di bidang manufaktur deterjen. Seorang tidak deterjen konten enzim terlalu tersedia saat ini, tetapi tujuan terbesar adalah pada deterjen enzim ditambahkan. Ada masalah lingkungan yang berbeda namun terkait dengan penggunaan enzim dalam deterjen.

Penelitian lebih lanjut yang dihasilkan deterjen kualitas yang lebih tinggi dengan biaya rendah. Deterjen akhirnya pergi untuk melampaui sabun sebagai bahan pembersih yang disukai.

Kemudian penelitian pada produk pembersih terkonsentrasi pada keselamatan pengguna dan lingkungan, kemudahan penggunaan dan biaya produksi lebih rendah. Deterjen dan sabun yang tersedia sebagai kue, bubuk dan bentuk cair. Deterjen yang aduk rata dalam air garam juga tersedia di pasar.

Itu adalah sejarah Penghilang noda, yang dimulai sebagai campuran lemak dan abu atau produk tanaman, yang, dengan kemajuan dalam fasilitas penelitian telah berkembang proporsi tinggi seperti yang hari ini semua orang mampu untuk memiliki penghilang noda dari pilihan nya .

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1        Subyek Penelitian

3.1.1        Populasi

Populasi dari penelitian ini adalah keluarga bapak mudlofir , yang bertempat tinggal di Blitar .

 

3.1.2        Sampel

Sampel dari penelitian ini adalah abu dapur atau abu gosok yang diambil dari dapur bapak mudlofir bekas pembakaran kayu bakar yang digunakan untuk memasak . Sampel ini akan lebih baik apabila diambil langsung pada tungku tempat pembakaran kayu bakar .

 

3.2        Lokasi Penelitian

Tempat penelitian merupakan tempat untuk melakukan penelitian dan untuk memperoleh data yang diperlukan . Penelitian ini bertempat di dapur keluarga Bapak Mudlofir yang bertempat di Desa Maron ,Kecamatan Srengat ,Kabupaten Blitar.

 

3.3        Waktu Penelitian

Waktu penelitian merupakan waktu yang digunakan peneliti untuk memperoleh data-data yang diperlukan atau waktu penelitian ini diselenggarakan. Penelitian ini diadakan pada tanggal 28 April 2012.

 

3.4        Metode Penelitian

Untuk menyelasaiakan penelitian ini penulis menggukan metode wawancara dan metode experimen.

 

3.4.1        Metode Wawancara

Dalam metode wawancara ini penulis mengadakan tanya jawab dengan Ibu Sukemi selaku ibu rumah tangga yang sering menggunakan abu dapur sebagai pembersih noda-noda yang ada pada alat-alat dapur. Wawancara ini diadakan sebelum penelitian dilakukan, hal ini bertujuan untuk memperoleh data yang lengkap sebelum diadakannya penelitian . Wawancara ini dilaksanakan demi memperoleh data yang baku dan dapat melaksanakan eksperimen dengan sesuai prosedur narasumber .

Dan berikut ini adalah cuplikan wawancara yang dilakukan antara peneliti dan narasumber:

Peneliti            : “Assalamualaikum….”

Narasumber    : “Walaikumsalam…Ada yang bisa saya bantu?”

Peneliti            : “Maaf mengganggu Ibu yang repot di rumah , saya fauzan dari SMA Negeri 1 Srengat ingin bertanya soal abu gosok yang selalu anda gunakan ketika anda membersihkan alat- alat dapur yang ada di rumah anda .”

Narasumber    : “Oooh iya silahkan … saya akan menjawab sesuai dengan kenyataan yang saya peroleh selama memakai abu gosok atau abu dapur sebagai pembersih noda .”

Peneliti            : “Sejak kapan Ibu memakai abu dapur sebagai pembersih noda-noda yang ada pada alat-alat dapur?”

Narasumber    : “Sudah lama saya memakai abu dapur ,, sejak saya berumah tangga saya mulai memakai abu gosok . Soalnya di rumah banyak abu gosok yang tak terpakai sehingga saya cari informasi soal abu gosok. Setelah saya cari informasi saya mengetahui ternyata abu gosok dapat membersihkan noda . Dan mulai saat itu Ibu pake abu gosok untuk pembersih noda .”

Peneliti            : “Terus hasil apa yang Ibu peroleh setelah memakai abu gosok itu sebagai pembersih noda?”

Narasumber    : “Hasil yang saya peroleh ternyata sesuai yang dengan yang saya harapkan . Noda yang ada pada gelas ataupun piring yang tak bias dibersihkan dengan sabun ,lalu saya bersihkan dengan menggunakan abu gosok . Ternyata piring dan gelas tersebut langsung bersih.”

Peneliti            : “Bagaimana cara menggunakan abu gosok tersebut untuk membersihkan noda?”

Narasumber    : “Mudah kok caranya tinggal kamu bilas dengan air pada gelas atau piring yang terdapat noda . Setelah itu kamu gosok – gosok noda tersebut dengan menggunakan abu gosok . Lalu kamu bilas sekali lagi dengan air . “

Peneliti            : “Apa keuntungan anda setelah memakai abu dapur itu ?”

Narasumber    : “keuntunganya banyak . Selain abu yang di rumah saya dapat saya daur ulang sebagai pembersih noda pada gelas atau piring sebagai pengganti sabun . Saya juga dapat memanfaatkan abu itu untuk sikat gigi. Dan dapat meminimalisir biaya pembelian sabun.”

Peneliti            : “Sepertinya informasi yang saya dapatkan sudah cukup . Saya ucapkan trimakasih yang sebesar-besarnya atas waktu yang diberikan.”

Narasumber    : “Iya sama-sama.”

 

 

3.4.2        Metode Eksperimen

Dalam penulisan karya ilmiah ini, selain menggunakan metode wawancara penulis juga menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen dilakukan agar mendapat data yang lebih tepat tentang abu gosok yang dapat digunakan untuk membersihkan noda . Eksperimen tersebut dilakukan dengan melakukan hal –hal berikut ini :

  1. Mencari alat-alat dapur yang mengandung noda yang sulit untuk dibersihkan.
  2. Mengambil abu sisa pembakaran untuk melakukan eksperimen .
  3. Membilas alat-alat dapur yang terkena noda dengan air bersih .
  4. Menggosok noda tersebut dengan abu gosok yang diambil dari tungku perapian .
  5. Membilas alat-alat dapur tersebut dengan air.

 

3.5        Prosedur Penelitian

3.5.1        Rencana Penelitian

Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis memulai dengan penyusunan atau penentuan tema yang cocok dengan perkembangan zaman saat ini . Setelah menentukan tema mengkonsultasikan dengan guru pengajar tentang tema yang diperoleh . Apabila sudah disetujui ,mencari informasi –informasi yang berkaitan dengan tema yang telah ditentukan ,dan kumpulkan informasi-informasi tersebut baik berupa buku atau data internet. Pellajari baik- baik suatu hal yang berhubungan dengan tema . Lalu membuat hipotesis sebelum percobaan dilaksanakan .  Setelah itu melakukan percobaan yang sesuai dengan tema dan berusaha memecahkan suatu masalah yang terdapat pada tema yang dibuat .

3.5.2        Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan secara bertahap, dan tahapannya sebagai berikut:

  • Setelah menentukan tema, penulis memulai untuk mencari sesorang ibu rumah tangga yang menggunakan abu gosok sebagai pembersih noda – noda yang ada pada alat-alat dapur.
  • Setelah mendapatkan orang yang menggunakan abu gosok dalam membersihkan noda , penulis langsung melakukan wawancara dengan narasumber.
  • Melakukan percobaan sendiri tentang abu dapur yang dapat membersihkan noda .
  • Mengamati perubahan yang terjadi.

.

3.5.3        Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data dilakukan penulis dengan narasumber . Pengumpulan data ini dilakukan dari wawancara sampai melaksanakan percobaan sendiri sehingga memperoleh informasi yang tepat.

Setelah semua tahap dilakukan penulis mulai membandingkan informasi- informasi yang sudah diperoleh dari internet dan dari buku acuan yang diberikan oleh guru pengajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1      Pembahasan Terhadap Proses

Sebelum melakukan percobaan terlebih dahulu penulis mencari informasi-informasi yang berhubungan dengan tema demi kelancaran proses percobaan nanti. Pencarian informasi itu dimulai dari pemilihan buku –buku acuan yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan . Proses pencarian informasi itu juga melalui media internet dikarenakan internet dapat lebih cepat dan mendunia selain itu internet tidak mengeluarkan tenaga yang banyak . setelah memperoleh data dari internet maupun buku acuan penulis mencari narasumber yang lebih berkompeten atau lebih mengetahui dengan tema yang telah ditentukan . Kemudian penulis melakukan wawancara dengan narasumber . Setelah memperoleh data yang diinginkan penulis melakukan suatu eksperimen abu dapur pembersih noda dengan 1 cara yang efektif .

Langkah pertama yang dilakukan yaitu mencari alat- alat yang terdapat noda . Akan lebih baik lagi apabila noda tersebut sulit dibersihkan dengan menggunnakan sabun . Dengan begitu kita dapat lebih mengetahui bahwa abu gosok memang dapat membersihkan noda yang bahkan tak dapat dibersihkan oleh sabun .Setelah memperoleh alat-alat yang telah terkena noda ,penulis mengambil abu gosok bekas pembakaran kayu bakar yang sudah lama . Kemudian penulis mencuci atau membilas alat yang terkena noda tersebut menggunakan air . Setelah itu penulis menggosokan abu gosok pada noda yang terletak di gelas (disini penulis mengambil gelas sebagai contoh bahan yang terkena noda ) menggunakan tangan . Setelah digosok-gosok gelas tersebut dibilas menggunakan air bersih . Kemudian gelas itu di keringkan dengan menggunakan kain . Ternyata noda tersebut hilang tanpa bekas .

 

1.2              Pembahasan Terhadap Hasil

Setelah melakukan eksperimen pembersihan noda yang ada pada alat – alat dapur terhadap noda . Ada beberapa hal yang perlu diketahui yaitu sebelum membersihkan noda pada alat – alat dapur dengan abu gosok bilas dengan air dahulu . Hal ini disebabkan agar abu gosok lebih mudah memberaihkan permukaan pada gelas atau alat – alat dapur yang terdapat noda . Sebaiknya abu gosok yang dipakai adalah abu gosok yang sudah lama terbentuk ( sudah dingin ).

Setelah melaksanakan wawancara kepada Ibu Sukemi  beliau merasakan bahwa membersihkan dengan sabun membuatnya tidak bisa memanfaatkan sesuatu barang alami yang seharusnya bisa dimanfaatkan . Abu gosok juga dirasakan manfaatnya bahwa hasil yang diperoleh lebih bersih dari pada melakukan pembersihan menggunakan sabun .

Untuk itu beliau sekarang lebih mengandalkan abu gosok untuk membersihkan noda-noda yang sulit dihilangkan pada alat-alat dapur .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1      Saran

Bagi pembaca , pemerintah dan tokoh masyarakat dapat memanfaatkan adanya karya tulis ilmiah ini untuk pembelajaran siswa –siswi di sekolah . Penulis memberikan saran agar masyarakat lebih mengoptimalkan barrang –barang,alat-alat atau sumber daya alami yang ada di sekitar lingkungan kita . Dengan bahan alami itu kita dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat . Selain kita dapat memperoleh manfaat yang optimal dari bahan alami itu ,kita juga dapat menjaga kelestarian lingkungan dengan bahan alami . Kondisi ekonomi juga diminimalisir dengan mengolah bahan – bahan alami itu sendiri . Juga dapat mendirikan lapangan kerja baru dengan memanfaatkan atau mengolah bahan – bahan alami tersebut yang banyak manfaatnya .

5.2       Simpulan

Dari uraian tersebut penulis memberikan kesimpulan bahwa sebenarnya masih banyak bahan – bahan alami yang dapat kita manfaatkan . Berbagai macam keuntungan memakai bahan alami sangat banyak , salah satunya adalah  tidak mencemari lingkungan . Lalu apabila kita dapat mengolah bahan alami itu sendiri bukan tidak mungkin kita dapat mendirikan lapangan kerja berbasisi bahan alami dalam bahan – bahan pembuatanya  . Dari percobaan yang penulis lakukan dapat disimpulkan juga bahwa abu dapur dapat membersihkan noda pada alat – alat dapur yang terkena nodan .

 

 

 

 

DAFTAR PUSAKA

Effendi ,Soffian ,dkk. 1999.Metode Penelitian Survai . Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan .

 

Budiono ,Uswatun .2011. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Jakarta : BSE

 

Kosasih,Engkos.2008. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA / MA. Jakarta : Erlangga

 

http://carpetcleaningtips-hooddoctor.blogspot.com/http://farmasi-istn.blogspot.com/2008/01/pengertian-obat.html

http://hapehatelo.blogspot.com/2012/02/9-manfaat-abu-rokok.html#ixzz1vrqvhPEa

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembersih

http://id.wikipedia.org/wiki/Noda

http://id.wikipedia.org/wiki/Abu gosok

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s